Selamat Datang di Web. Natsir Azah. Kami berikan informasi seputar pendidikan dan informasi-informasi penting lainnya. Terimakasih atas kunjungannya. Saran dan masukan anda sangat kami harapkan untuk penyempurnaan kedepan.

Senin, 01 April 2013

Tata Cara Sholat Jenazah

sumber gambar : http://comidmumus.blogspot.com/2013/02/bacaan-niat-sholat-jenazah.html

Berawal dari pertanyaan temanku yang berkeinginan belajar sholat jenazah,  Demikian saya tuliskan tatacara sholat jenazah. Semoga ada manfaatnya... amin.
Seperti yg kita ketahui bahwa selain sholat 5 waktu, ada juga sholat yg perlu kita lakukan seperti Sholat Tahajud, Hajjat, Dzhuha, dan ada juga Sholat Jenazah serta masih banyak juga yang lainnya. Sholat jenazah tidak melakukan ruku’, i’tidal, dan tahhiyat, melainkan hanya melakukan 4 takbir dan 2 salam yg di lakukan dalam keadaan berdiri.
Shalat jenazah adalah shalatnya orang-orang mukmin ketika wafatnya salah seorang dari umat Islam. Hukum shalat jenazah adalah fardhu kifayah. Fardhu Kifayah adalah status hukum dari sebuah aktivitas dalam islam yang wajib dilakukan, namun bila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban ini gugur. Salah satunya adalah mensholati jenazah.
A.      Syarat Shalat Jenazah
1.        Suci dari hadats dan najis, menutup aurat dan menghadap kiblat.
2.        Terlebih dahulu memandikan mayit dan mengkafaninya
3.        Meletakan Jenazah di depan jamaah sholat.
Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya bahwa shalat jenazah berbeda dengan shalat umumnya.  berjumlah 4 rakaat dengan hanya berdiri seperti shalat biasa namun tanpa ruku’ dan sujud. Bacaan shalat jenazah tidak dijaharkan atau dibaca keras. Untuk berganti rakaat cukup dengan mengangkat tangan dan mengucapkan takbir.

sumber gambar : http://gamegretong.blogspot.com/2012/09/software-pemulasaraan-jenazah-i-jenazah.html

A.      Rukun Shalat Jenazah
1.        Niat
“Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti arba'a takbiirotin fardlal kifaayatin makmuuman lillaahi ta’aalaa”
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo tidak ada niat dianggap tidak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah : 5).
Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Muttafaq Alaihi).
2.        Berdiri bagi yang mampu
Shalat jenazah dilakukan dengan cara berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan tidak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.
3.        Takbir 4 kali
Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355).

4.        Membaca Fatihah
5.        Bersholawat kepada Nabi SAW


6.        Berdoa untuk Mayit
sabda Rasulullah SAW : Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya. (HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).
Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :
“Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi, wanaqqohi minal khotoya kamaa yunaqqottsaubu abyadhu minadanasi, waabdilhu daaron khoiron in daarihi, waahlan khoiron min ahlihi, wazaujan khoiron minzaujihi, waqihi fitnatal qobri wa’adaabinnar”.

Ada juga artikel lain yg menuliskan:
“Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi”
Dan Ada juga artikel lain yg menuliskan:
Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu
7.        Doa Setelah Takbir Keempat
Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana walahu, walilladiina sabaquuna biliimaani walaataj’al fii quluubinaa gillan lilladiina amanuu robbanaa innaka rouufurrohiim”.

Ada juga artikel lain yg menuliskan:
Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu”.
8.        Salam
“Assalamu’aliakum warahmatullohi wabarokaatuhu”.
“kekanan dan kekiri”

Catatan:
·          Doa yang saya berikan di atas adalah untuk mayit lelaki satu orang.
·          Kalau dua orang laki-laki atau perempuan, diganti dengan: HUMA.
·          Kalau perempuan satu orang, diganti dengan: HA.
·          Kalau banyak mayit lelaki: HUM.
·          Kalau banyak mayit wanita: HUNNA.
·          Kalau gabung banyak mayat lelaki dan wanita, bisa pakai: HUM.
Contoh : Allahummaghfir lahum warhamhum, wa’aafihi wa’fu ‘anhum



SEMOGA BERMANFAAT, AMIN........

1 komentar: